Memahami Kesehatan Islam

“Hai Orang Orang yang beriman Masuklah kamu kedalam Islam Secara Kaaffah” (2: 208)
Islam adalah agama yang selamat menyelamatkan. Orang Mukmin yang Kuat lebih dicintai Allah dari pada Orang yang lemah. Di Madinah jaman Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam sulit mencari orang yang sakit

Penyakit itu ada 2:
1. Penyakit Jasmani : kepala. Perut, kaki dll
2. Pengakit Ruhani : Irihati, Dengki, Dendam, Hasad, Malas dll
Penyakit Ruhani lebih berBahaya daripada penyakit Jasmani.
Nabi shalallahu’alaihiwasalam mengajarkan manusia bagaimana mengobati diri sendiri untuk mengalahkan penyakit rohani dan jasmani.
Nabi Muhammad tidak bicara karena mengikuti perasaan beliau akan tetapi berdasarkan wahyu yang diturunkan dari Allah subhanahu wata’ala.
Sumber Thibbun Nabawi adalah secara Illahiyah dan secara Alamiah
“Gunakanlah Dua Penyembuh : Madu dan Al Quran” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)


ALLAH SEBAGAI PENYEMBUH

وإذا مرضت فهو يشفين.
“Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan penyakitku” (الشعرا80)

Puasaku untuk kesehatanku

“Kesehatan itu bermula dari kemauan diri berhenti makan sebelum kenyang”(Al-Alim Al-Faqih Al-Habib Zen bin Smith)

Alhamdulillah kita masih dipertemukan pada Ramadhan 1437 H ini. 16 puasa telah berlalu dan 14 puasa berikutnya akan kita lewati ke depan, memaksimalkan ibadah untuk meraih ampunan dan hidayah untuk kemenangan dihari  nan fitri kelak, in sya Allah. Seperti pada paragraf awal, dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat ke 31 pun terdapat kalimat “Dan makan dan minumlah kamu, dan jangan berlebih-lebihan” memberi isyarat pada manusia bahwa ada hal besar dalam perintah Allah yang mesti ditaati khususnya hal yang berkaitan dengan mengontrol hawa nafsu yaitu PUASA.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari: 1761 dan Muslim: 1946, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda, "Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya". Untuk itu kita sebagai hamba-Nya yang diberi akal untuk berpikir, mencoba menggali makna lebih luas tentang ibadah puasa yang telah Allah khususkan ibadah ini, yang merupakan ibadah yang terlepas dari sikap riya’.

Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah

Cupping Methode Point

Ini adalah beberapa titik kop yang secara historis digunakan sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit.
Beberapa hal yang mungkin harus diperhatikan sebelum memahami dan melakukan teknik kop. Bahwa titik yang ada, tiidak semua perlu digunakan dan juga harus belajar memahami anatomi tubuh manusia agar paham alur saraf dan jaringan otot sehingga pemilihan titik kop dapat bermanfaat maksimal.
Kop kering tidak menggunakan luka atau sayatan. Teknik kop harus dilakukan oleh yang terlatih dan professional. Berikut tabel dengan lokasi titik-titik kop pada tubuh:

Nyeri Lambung



Terima kasih banyak sahabat RBH, sudah mau mampir dan membaca blog kami. Semoga apa yang kami bisa share buat kalian, dapat menambah informasi pengetahuan kesehatan diri dan lebih peduli dengan gaya hidup kalian sobat... Kali ini kami membahas tentang bagaimana penyakit maag, apa sebab munculnya penyakit maag dan jenis maag.

Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia menjaga kesehatan lambungnya, menyebabkan jumlah penderita menderita penyakit maag mengalami grafik kenaikan. Di penjuru dunia saat ini penderita maag mencapai 1,7 miliar. Hasil penelitian riset Brain & Co dengan PT. Kalbe Farma tahun 2010, terhadap 1.645 responden di Medan, Jakarta, Surabaya dan Denpasar mengungkapkan 60% dari jumlah responden menderita sakit maag. Bahkan secara mengejutkan lima dari sepuluh pekerja di Indonesia mengangalami gangguan pada maagnya. Penderita sakit maag setiap tahun terus meningkat, peningkatan yang paling banyak diderita para profesional muda yang dikarenakan akibat stress. Stress itu terjadi karena tuntutan serta tekanan kerja sehingga pola makan yang tak teratur, makan fast food, kurang olahraga sehingga berdampak pada lambungnya.

Sri Sukmaniah, dokter dari bagian Gizi FKUI/RSCM, Jakarta menilai sakit maag yang berulang kali terjadi dan tidak sembuh-sembuh meski sudah diobati, dapat menjadi salah satu gejala kanker lambung. Karenanya jangan sekali-kali meremehkan sakit maag, apalagi tidak sembuh meski sudah diobati secara konvensional, dengan herbal, gaya hidup yang baik atau melakukan terapi Bekam/Hijamah. Memang banyak yang menggangap sepele dengan penyakit maag, padahal masalah itu patut dicurigai dan lebih baik segera diperiksakan ke dokter.


Sejarah susu fermentasi Kefir

Sejarah Kefir sejalan dengan sejarah product fermentasi susu. Produk susu fermentasi diperkirakan sudah dikenal sejak 6.600 SM oleh masyarakat di kawasan Timur Tengah yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Umumnya mereka hidup dengan beternak, mengambil susu dan daging sebagai sumber makanan. Susu hasil ternak itu mereka kumpulkan dalam kantung yang terbuat dari kulit kambing atau bagian perut hewan ruminansia. Pengambaraan yang mereka lakukan dibawah terik matahari dengan membawa kantung susu tersebut menjadikan aktivitas mikroorganisme yang ada pada kulit kambing (sebagai kantung susu) memfermentasi susu menjadi gumpalan (curd). Secara terus menerus mereka secara tidak disengaja mengkonsumsi hasil ferrmentasi susu dan ternyata memberikan dampak kesehatan, dan rata-rata mereka berumur panjang. 

Inilah awal dikenalnya produk susu fermentasi. Konon menurut legenda, bibit Kefir diberikan oleh Nabi Muhammad saw kepada masyarakat Islam di Kaukasus, sehingga bibit Kefir disebut “The Grain of Prophet” (Benih dari Nabi). Keterangan tentang Kefir pada Surat Al-Insan (QS 76:5-6). Dijelaskan bahwa Kefir adalah nama mata air di Surga, yang airnya berwarna putih, harum baunya dan lezat rasanya. Beberapa kalangan di Eropa, mengira nama Kefir berasal dari bahasa Turki, yang artinya perasaan nyaman.

Pernyataan ini juga dikutip oleh kalangan ilmuwan di Indonesia, termasuk oleh peneliti senior Balai Pengkajian Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dr Ir Inggrid S Waspodo,

Avicenna dan Hippocrates

Alkisah ini dibuat dengan sengaja karena memang begitu adanya...
Simaklah kawan,,,

Di sudut ruang belajar itu tampak dua tuyul, yah istilah dulu saat masih baru menjadi pelajar, tampak berbincang. Entahlah mereka berbincang apa, tetapi sayup terdengar mereka membahas tentang para filsuf. Untungnya perdebatan mereka tidak terdengar seisi ruang belajar ini. Mereka berdua sih tampaknya membahas dua filsuf yang bergelut di dunia kedokteran Hippocrates dan Ibn Sina atau yang lebih dikenal dari kalangan dunia barat sebagai Avicenna.

Tampaknya sih yang tinggi kurus itu lebih condong ke pemikiran Hippocrates sebagai bapak kedokteran. Sebagai pendukung Hippocrates sebagai tokoh pemikir dari Barat, dia nampaknya berapi-api melancarkan serangan argumentasinya. Dia berkata bahwa seandainya Hippocrates tidak ada maka tidak mungkin ada buku yang menggolongkan ribuan penyakit di muka bumi ini. Dia juga menambahkan lambang kedokteran, Aesculapius itu ada karena Hippocrates. Dalam benak saya wajar saja karena simbolitas itu dipakai Hippocrates dalam perjalanannya memecahkan mitos orang Yunani Kuno. Dalam buku Dunia Sophie dipaparkan masyarakat Yunani Kuno dalam menyikapi serangan penyakit selalu identik dengan kutukan para dewa. Dalam menyembuhkannya pun berbau mistis yakni dengan mengadakan penyembahan agar para dewa yang murka bisa mengampuni mereka.
“Hoi, bung..!”, tiba-tiba suara keras itu keluar. Ternyata teman debatnya berusaha membalikkan argumentasi temannya tadi. “Kau tahu nggak makna lambang Aesculapius itu..??”
“Ya tentu saja,” sanggahnya. “Bukan namanya anak kedokteran jikalau tidak bisa memaknai lambang tersebut. Tongkat Aesculapius itu kan seperti yang saya bilang tadi. Tongkat alat bantu beliau dalam berjalan merumuskan dan menyembuhkan orang sakit. Ular itu kan hewan yang berganti kulit tiap musimnya, jadi yah diharapkan ilmu kedokteran itu seperti ular. Hati ular juga kan biasa dipakai para tabib untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ular juga…”
“Hei bung, terlalu teoritis kamu.” Terpotong perkataannya oleh teman debatnya. Ular itu juga berbahaya loh. Kan ular simbolitas setan yang terkenal dengan racun. Artinya ilmu kedokteran itu dapat membunuh dong, ilmu dalam artian penerapan dan orang yang belajar ilmunya. Pemaknaan simbolitasmu dari segi semiotik itu berdasarkan persepsi saja, bung.”
“Itulah Ibn Sina datang,” ucapnya penuh semangat. Hippocratesmu itu terlalu materialis. Berbicara alam materi melulu, liat toh idola saya Ibn Sina datang dengan teori jiwanya. “Terus apa istmewanya…?? Ibn Sina itu kan senang menghayal. Bagaimana bisa dia memahami alam non-materi, sementara dia itu hidup dalam alam materi.” Sanggah temannya. “Wah, kalo itu saya juga kurang paham, tapi dalam bukunya Psikologi Ibn Sina ada teori pembagian fakultas jiwanya, bro. Istimewanya itu adalah Ibn Sina itu tidak hanya seorang dokter, bung! Beliau juga seorang agawaman dan ilmuan di dalam sejarahnya.


Bekam itu kanan

Terkadang saya menulis tentang kanan di beberapa status saya di socmed, dan memang akhir-akhir ini sudah mulai dikenal banyak istilah kanan, termasuk Ippho Santosa sebagai pakar otak kanan.

Kanan adalah sebuah istilah menggambarkan seseorang dimana lebih mendominasi dengan otak kanan, dimana otak kanan adalah hal-hal yang meliputi : yakin, impultif, imajinatif, kognitif, dan lain sebagainya.


Sedangkan kiri adalah sebaliknya, dimana lebih mendominasi ke otak kiri, dimana otak kiri adalah hal-hal meliputi: logika, realitif, empirif, dan lain sebagainya yang bersifat penelitian sebelum diyakini.

Kita semua tahu bahwasanya kemenangan islam adalah dari otak kanan, Allah dan Rasul-Nya juga mengajarkan utk lebih mendominankan otak kanan. Termasuk sahabat Rasulullah yang pertama kali mengakui kenabian-nya adalah Abu bakr ash-shidiq, jadi wajar jika beliau diberi gelar ash-shidiq alias yang jujur dan mengakui kebenaran.

Dalam peperangan pasukan muslim selalu berjumlah lebih sedikit dari pasukan kaum kuffar yang melawan saat itu, baik dalam peperangan di Makkah, Madinah, atau peperangan yang dilanjutkan dalam oleh para sahabat Rasulullah untuk membebaskan konstantinopel, Palestine, dan kota lain.

Secara logika atau perhitungan (otak kiri) jelaslah yang berjumlah sedikit pasti kalah dalam peperangan, namun Allah dan Rasul-Nya mengajarkan amaliyah otak kanan agar ummat islam selalu menang, yaitu : keyakinan bahwa Allah pasti menolong, shalat lail, puasa, shalat dhuha, sedekah otak kanan, dan lain sebagainya.

Sedangkan sebaliknya orang2 kuffar justru lalai karena merasa menang dengan otak kiri alias jumlah pasukan yang banyak, dan kelalaian itu adalah banyak makan, tidur hingga pagi, bermain wanita, dan lainnya.

Dan kanan selalu diikuti si kiri, alias ketika kita yakin sepenuhnya (otak kanan) pada Allah dan Rasul-Nya ajarkan maka penelitian (otak kiri) membuktikan, sebagai contoh Rasulullah berkata: “sedekah itu memanjangkan umur”, cukuplah kita yakin saja dengan sedekah tanpa perlu bertanya dan berfikir “masak sih panjang umur” karena memang secara logika tidak ada hubungan sedekah dengan panjang umur, namun sekarang penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang beraktifitas social dan senang berbagi dengan sesama hidupnya jauh lebih tenang, tidak stress, psikologisnya baik, dan lain sebagainya.

Contoh lain si kiri ngikut kanan, Endorfin dan kesehatan tubuh meningkat setiap kali kita bersedekah, bahkan 2 kali lebih sehat daripada Aspirin” (dalam buku 7 keajaiban rezeki).

Kembali kepada judul yang  tertulis diatas, karena kalo ga’ kembali akan terus melayang yach..! he..he.. ^_^

Sumpah Dokter



     Setelah beberapa waktu lalu saya menulis tentang Hippocrates, maka kali ini saya akan menulis mengenai sumpah dokter di Indonesia yang berhubungan dengan sumpah Hippocrates. Kira-kira seperti inilah lafal sumpah Hippocrates yang asli setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (bahasa aslinya adalah Yunani):
    Kemudian diadaptasi oleh World Medical Asscociation pada tahun 1948 yang dinamakan Deklarasi Jenewa (Declaration of Geneva) sebagai reaksi atas kejahatan medis yang dilakukan selama masa perang dunia ke-dua dimana pada saat itu banyak dokter yang melakukan eksperimen terhadap manusia (tawanan perang) tanpa izin yang bersangkutan dan tanpa memperhatikan etika penelitian maupun hak azasi manusia. Deklarasi ini beberapa kali diamandemen dan yang terakhir adalah tahun 2006 di Perancis :
Deklarasi yang asli ( tahun 1948 ) diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’  Departemen Kesehatan RI dan Panitia Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kemudian dikukuhkan oleh PP No. 26 tahun 1960 dan disempurnakan pada Musyawarah Kerja Nasional Etik Kedokteran II pada bulan Desember 1981 di Jakarta dan diterima sebagai lafal sumpah dokter Indonesia :
Isi sumpah dokter dapat sedikit berbeda antara satu negara dengan negara lain, karena kebijakan, peraturan dan pandangan masing-masing negara. Contohnya, beberapa negara memperbolehkan praktek aborsi maupun euthanasia.
wow,,, berat juga jadi dokter itu ya... Kalian yg bergerak dibidang kesehatan, sumpah ini bisa menjadi pegangan dasar kepada siapa ssaja kita mesti bertanggung jawab. Ok...
Sumber:
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kode Etik Kedokteran Indonesia, Jakarta, 1983

Siapa itu hippocrates??? baca disini ya Hippocrates. You Know me???

tetap santun dan semangat, sahabat hebatku...